Di turki Potong Kurban Hukumnya Wajib

kurban cocuk

Sebentar lagi akan tiba hari raya Idul Adha. Hari raya dimana kita akan melaksanakan ibadah haji dan memotong hewan kurban bagi yang tidak berhaji.

Gimana, sudah siap berkurban? Berapa banyak? Atau belum siap? Kenapa? Belum ada dananya? Atau merasa tidak wajib jadi memang tidak diniatkan?

Sedikit cerita tentang kurban di Turki. Ini berdasarkan pengalaman pribadi
selama tinggal empat tahun di sana. Idul Adha adalah salah satu hari besar
umat islam yang sangat meriah di Turki. Bahkan kemeriahannya mengalahkan perayaan Idul Fitri. Bahkan sebenarnya Idul Fitri itu sendiri masih kalah meriahnya dibandingkan peringatan malam lailatul kadar tiap tanggal 27 Ramadhan.

Ya masyarakat Turki memang antusias dalam menyambut hari raya Idul Adha. Saking antusiasnya mereka bahkan sudah terbiasa untuk memotong hewan kurbannya sendiri bersama keluarga. Jika kita pergi ke kampung, kita bisa lihat jumlah keluarga yang tidak memotong hewan kurban lebih sedikit dibanding yang memotong. Bahkan di kota-kota besarnya orang-orang yang mampu kadang tidak hanya memotong satu. Mereka kadang memotong hingga puluhan hewan kurban, yang dititipkan melalui lembaga-lembaga sosial di
sana. Saking banyaknya bahkan dana kurbannya dikirimkan ke luar negeri untuk diberlikan hewan kurban diluar negeri dan dipotong di negara tersebut.

Untuk tahun kemarin saja lebih dari 500 sapi dari yayasan-yayasan turki
yang di potong di sini, dan ribuan kambing/domba. Kebayang kan berapa hewan kurban yang mereka kirimkan ke lebih dari 160 negara. Wuuih pasti banyak banget tuh. Kenapa mereka bisa kurban segitu banyak ya?

Mungkin salah satu sebabnya adalah bahwa hukum memotong hewan kurban di sana adalah wajib. Ya wajib. Kalo di sini Sunnah kan ya… (mohon dikoreksi kalo salah)

Kok bisa beda. Mungkin penjelasan berikut bisa sedikit menerangkannya.
Kebanyakan Masyarakat Turki menganut mahzab Hanafi. Disana Hukum ibadah pembagiannya sedikit berbeda dengan di sini. Kalo di sini kita mengenal Wajib dan sunnah. Nah di sana di kenal dengan nama Farz, wajib dan sunnah.
Farz sama dengan wajib di sini.
Wajib adalah sunnah yang sangat utama nilainya. Masyarakat di sana mengatakan bahwa wajib adalah sunnah yang tidak pernah di tinggalkan oleh nabi (para ustadz boleh koreksi nih). Nah yang wajib itu terdiri dari Shalat Witir, potong kurban dan shalat hari raya. Sedangkan yang sunnah sama dengan disini.

Jadi masyarakat Turki yang sudah menjalankan ibadah (yang belum juga masih banyak) akan merasa bahwa yang wajib itu harus di usahakan untuk ditunaikan. Jadi wajarlah kalo tingkat orang yang motong kurban jumlahnya tinggi.

Nah sebenarnya hukum wajibnya seperti itu. Hanya beda nama karena di sana urutannya adalah Farz, Wajib dan Sunnah.

Semoga tulisan ini sedikit menambah wawasan kita tentang dunia Islam,
aamiin…

Sumber : www.kurbanmurah.com
Penyedia dan Penyalur Hewan Kurban
Alamat
1. Jl. Raya Akses UI No. 05, Kelapa Dua, Cimanggis – DEPOK/ Kandang
2. Area Komplek pasar Hewan – Pasar Parung, Bogor
Telp 081282884133 – 08161490824 – 085786941130

Harga Sapi Mulai Rp 12jt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *